PROFIL UPT SKP SORONG
company logo
Sampaikan pengaduan keluhan dan informasi-informasi penting tentang tumbuhan dan hewan anda ke alamat kantor karantina pertanian kelas I sorong komplek bandara deo sorong JL selat sunda dekat pasar remu sebelah koramil atau Telp.0951-321220, email : skp.sorong@gmail.com atau pelayanan@karantinapertaniansorong.orgThis email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Waktu Dan Tanggal

  

video karantina


 

LOKASI KANTOR

PROFIL UPT SKP SORONG PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
PROFIL - PROFIL SKP Sorong
Written by INFODOK   
            
          Secara Geografis Sorong terletak pada kawasan persilangan empat penjuru yaitu di utara berhadapan dengan filipina,di selatan dengan  Australia, di barat dengan pulau-pulau Maluku dan di Timur dengan Papua  New Guinea Letak Sorong yang strategis menjadikannya sebagai pintu gerbang perdagangan domestik untuk wilayah Timur karena Sorong merupakan pelabuhan transit pertama untuk memasuki wilayah lain di Papua dan tidak menutup kemungkinan dikemudian hari akan menjadi daerah transit perdagangan internasional untuk wilayah timur indonesia karena letaknya yang berdekatan dengan negara tetangga.Potensi pengembangan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan di wilayah Sorong sangat menjajikan karena memiliki keragaman genetis (biodiversity) yang sangat banyak  dan wilayah yang sangat luas sehingga di perlukan tindakan karantina untuk mencegah masuknya hama/ penyakit hewan dan tumbuhan yang berbahaya serta melindungi kelestarian dan keaneka ragaman hayati yang ada.Dengan demikian potensi alam yang ada dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
        Perkarantinaan di papua (Irian jaya) dimulai dari Sorong pada tahun 1948 dengan di keluarkanya Surat Keputusan Sekretaris Negara untuk Pertanian dan Perikanan No.365/NAT/lV tahun 1948 dan Surat Keputusan Direktur Departemen Perekonomian Nomor:2135/NAT/LV taun 1948 dimana Sorong ditunjuk sebagai pelabuhan pemasukan buah-buahan segar dan kentang kosumsi, dan pegawai yang diserahi tugas pemeriksaan kedua jenis hasil tanaman tersebut adalah pegawai Dinas Kehutanaan  saat itu. Selanjutnya pelabuan pemasukan yang awalnya hanya di Sorong berkembang menjadi 5(lima) pelabuan pemasukan yaitu Sorong, Manokwari, Jayapura, Biak, Merauke (sesuai Surat keputusan Direktur Departemen Perekonomian dan Peternakan No :1-Alg-53-3 Tahun 1953) berdasarkan ketentuan itu maka tugas Karantina tumbuh - tumbuhan dilimpahkan kepada Departemen Pertanian Rakyat yang dilaksanakan oleh pegawai Seksi Entomologi dan Fitopatologi. seiring dengan perjalanan waktu sampai terbentuknya Propinsi Daerah TK 1 Irian Jaya, maka pembinaan dan penyelenggaraan Karantina tumbuh-tumbuhan disorong dilaksanakan oleh Dinas Pertanian DATI II Sorong sampai tahun 1985. Selanjutnya tahun 1986 organisasi Karantina Pertanian di Irian Jaya dibawah pembinaan Pusat Karantina Pertanian  yang merupakan UPT Vertikal dari Departemen Pertanian Republik Indonesia sampai dengan sekarang.
          Terbentuknya Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong tidak terlepas dari sejarah Karantina tumbuh-tumbuhan di Papua(Irian Jaya) yang telah mengalami beberapakali perubahan organisasi (reorganisasi) mulai dari pos Karantina Tumbuhan tahun 1986 - 2002, kemudian berubah menjadi Stasiun Karantina Tumbuhan Kelas II  Sorong sesuai Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 499/Kpts/OT.210/8/2002 tanggal 21 Agustus 2002, sejak di keluarkannya Peraturan Menteri Pertanian NO.22/permentan/OT.140/4/2008 tanggal 3 April 2008 tentang Organesasi dan tata kerja unit pelaksana teknis Karantina Pertanian (Penggabungan UPT Karantina Hewan dan Tumbuhan menjadi Karantina Pertanian) maka sejak saat itu Setasiun Karantina Tumbuhan Kelas 11 Sorong berintegrasi dengan Wilayah Kerja Karantina Hewan Sorong (salah Satu Wilayah Kerja Balai Karantina Hewan Kelas II Sentani) menjadi Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong. Sarana dan prasarana yang dimiliki saat ini  berupa bangunan kantor Stasiun Karantina Pertanian Kelas 1 Sorong seluas 340 m2, gedung laboratorium seluas 256 m2, green house,incenerator,gedung wilayah kerja pelabuan  laut Sorong serta bangunan rumah negara yang telah di alih fungsikan dari bangunan kantor lama dan bangunan laboratorium, sedangkan untuk kantor Wilker Fak-Fak sewa bangunan yang dikontrak pertahun.Selain SKP Kelas 1 Sorong juga memiliki sarana trasportasi berupa mobil dan motor dinas, alat kantor dan rumah  tangga, alat laboratorium dan alat komunikasi. Jumlah pegawai Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong sejak penggabungan hingga akhir tahun 2008 (per 31  Desember 2008) sebanyak 20 (dua puluh) orang PNS dimana 18 (delapan belas) orang berasal dari Setasiun Karantina Kelas II Sorong dan 2(dua) orang berasal dari Karantina Hewan Wilayah Kerja Sorong.
 

Search

Aktivitas Kami

270818_3.jpg
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1153
mod_vvisit_counterYesterday2203
mod_vvisit_counterThis week9403
mod_vvisit_counterLast week27132
mod_vvisit_counterThis month70774
mod_vvisit_counterLast month71060
mod_vvisit_counterAll days3165077

We have: 32 guests online
Your IP: 54.196.161.252
 , 
Today: Nov 20, 2018
Visitors Counter


Layanan Interaktif









 












Berita Utama Karantina Pertanian


Copyright © 2015 HUMAS KARANTINA SORONG All Right Reserved.
desain Karantina Sorong